Sabtu, 21 Jul 2018
Jati PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Jumat, 29 April 2011 23:55

KLASIFIKASIpohonjati

Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta
Divisi : Pteridophyta (paku-pakuan)
Kelas : Pteridopsida
Sub Kelas :  Polypoditae (tumbuhan berpembuluh)
Ordo : Polypodiales
Famili : Dryopteridaceae
Genus : Tectona

Spesies : Tectona grandis


Nama lokal/daerah: Jati (Indonesia); Sagun (India); Lyiu (Burma); Mai Sak (Thailand), Teak (Inggris),Teck (Perancis), Teca (Spanyol), Java Teak (Jerman)

DESKRIPSI TANAMAN

Penyebaran dan habitat


Areal   penyebaran   alaminya   terdapat   di India, Myanmar, Thailand dan bagian barat Laos. Batas utara  pada  garis  25° LU di Myanmar, batas selatan  pada  garis  9° LU di India. Jati tersebar pada garis 70°-100° BT. Penyebarannya ternyata terputus-putus.  Hutan  jati  terpisah  oleh pegunungan, tanah-tanah  datar,  tanah-tanah  pertanian  dan  tipe hutan  lainnya.  Di  Indonesia,  jati  bukan  tanaman asli, tetapi sudah tumbuh sejak beberapa abad lalu di P. Kangean, Muna, Sumbawa dan Jawa.


Pemanfaatan

Dikenal luas sebagai jenis tanaman pada tapak beriklim tropik. Sering dijumpai sebagai tanaman sela pada sistem agroforestry. Salah satu kayu serbaguna, digunakan untuk konstruksi ringan dan berat, bahan bangunan rumah, kayu pertukangan, ukiran dll.

Lukisan pohon

Pohon   besar   yang   menggugurkan   daun.   Pada kondisi  baik,  tinggi  dapat  mencapai  30 - 40  m. Pada  habitat  kering,  pertumbuhan  menjadi  terhambat,  cabang  lebih  banyak,  melebar  dan  membentuk  semak.  Pada  tapak  bagus,  batang  bebas cabang 15  - 20 m atau lebih, percabangan kurang dan  rimbun.  Pohon  tua  sering  beralur  dan  berbanir.    Kulit  batang  tebal,  abu-abu  atau  coklat muda  ke  abu-abuan. Daun lebar, panjang 25  - 50 cm, lebar 15  - 35 cm, letak daun bersilangan, bentuk  elips  atau  bulat  telur.  Bagian  bawah  abu-abu, tertutup  bulu berkelenjar  warna  merah.  Ukuran bunga  kecil,  diameter  6  -  8  mm,  keputih-putihan dan berkelamin ganda terdiri benangsari dan putik yang  terangkai  dalam  tandan  besar.  Jumlah  kuncup bunga 800 –  3.800  per  tandan,  bunga  mekar dalam waktu 2 - 4 minggu.
 
Diskripsi buah dan benih


Buah:  keras,  terbungkus  kulit  berdaging,  lunak tidak  merata  (tipe  buah  batu).  Ukuran  buah  bervariasi 5  - 20 mm, umumnya 11 - 17 mm. Struktur buah  terdiri  dari  kulit  luar  tipis  yang terbentuk dari   kelopak,   lapisan   tengah   (mesokarp)   tebal seperti  gabus,  bagian  dalamnya  (endokarp)  keras dan  terbagi  menjadi  4  ruang biji. Jumlah buah perkg bervariasi sekitar 1.100  – 3.500 butir, rata-rata 2.000  buah  per  kg.  Dari  beberapa  tulisan  sekitar 500 buah per liter.
Benih:  berbentuk  oval,  ukuran  kira-kira  6  x  4 mm. Jarang dijumpai dalam keempat ruang berisi benih  seluruhnya,  umumnya  hanya  berisi  1  -  2 benih.  Seringkali  hanya  satu  benih  yang tumbuh menjadi anakan.
 
Pembungaan dan pembuahan


Jati  umumnya  mulai  berbunga  umur  6   - 8 tahun setelah  ditanam.  Berbunga  pada  musim  hujan. Awal   pembungaan   terjadi   kira-kira  satu  bulan setelah  hujan  pertama  turun.  Jati  selalu  berbunga setiap  tahun,  tetapi  terjadi  variasi  besar  dalam  intensitas  pembungaan  setiap tahunnya.  Penyerbukan  dilakukan  oleh  serangga.  Rangkaian  bunga dan  buah  kadang-kadang  rontok  oleh  serangga yang juga pemakan kuncup  bunga.  Buah  mencapai ukuran maksimal setelah 50 hari, namun untuk mencapai kemasakan diperlukan waktu 120  - 150 hari setelah pembuahan. Kematangan buah dapat ditandai  dengan  jatuhnya  buah  ke  tanah  karena digoyang atau jatuh sendirinya.

Pemanenan buah

Pengumpulan    benih    umumnya    dilakukan    di bawah  tegakan.  Semak  dan  serasah dibersihkan dan  dibakar  untuk  persiapan  pengumpulan  benih. Buah  berjatuhan  selama  satu  periode  yang  berlangsung 3  -  4  bulan  ketika  musim  kering.  Pengumpulan  buah  dilakukan  minimal  2  kali  dalam satu  musim.  Buah  jatuh  segera  dikumpulkan,  jangan terlalu lama terhampar di lantai hutan. Jumlah buah  yang  dapat  dikumpulkan  tergantung  umur, lokasi  dan  tipe  tegakan.  Sulit  memberikan  data jumlah  benih  yang  dapat  dikumpulkan.  Produksi dari  areal  produksi umumnya menghasilkan 20-30 kg/ha/th, dan kebun benih 200-300 kg/ha/th.
 
Pemrosesan, penanganan buah dan benih


Setelah  terkumpul,  buah  dibersihkan  dari  ranting, daun  dan  buah  rusak,  selanjutnya  dijemur  2-3 hari.  Setelah  kering,  kulit  buah  yang  tipis  dibuang dengan pengaduk semen, mesin perontok, dengan tekanan  atau  memukul-mukul benih. Benih bersih kemudian    disimpan    dalam    karung.    Kotoran dipisahkan dengan cara ditampi.
 
Penyimpanan dan viabilitas 

Penyimpanan   benih   yang   baik   akan   mempertahankan daya berkecambah beberapa tahun. Ka-

dar  air  benih  diturunkan  sebelum  penyimpanan. Suhu  dan  kelembaban  ruang  simpan  dijaga  agar tetap  stabil.  Teknik  ini  tidak  diperlukan  jika  benih segera   ditanam   dan   benih   cukup   disimpan   di bawah  naungan  atau  ruang  simpan  sederhana dekat  persemaian.  Dengan  cara  ini,  viabilitas  dapat  dipertahankan  3-4  bulan.  Daya  simpan  benih dapat bertahan hingga 2 tahun jika kadar air turun hingga 12%, disimpan dalam wadah hampa udara (misalnya  gelas  tertutup  rapat  atau  kantung  plastik),   dan   diletakkan  dalam  ruang  kering  yang teduh dan sejuk. Daya berkecambah benih berkadar air rendah dapat dipertahankan 5-10 tahun jika disimpan dalam ruang dingin (0-4o  C).
 
Dormansi dan perlakuan pendahuluan


Perkecambahan   jelek   dan   tidak   merata   tetapi dormansi alami  tidak  diketahui.  Perlakuan  pendahuluan  yang  biasa  dilakukan  adalah  merendam benih pada malam hari, kemudian siang hari benih dijemur  dan  diulang  hingga  1-2  minggu.  Metode yang  lebih  baik,  benih  dipanaskan  (dioven)  1-5 minggu pada suhu 50°C, atau pada suhu  80°C selama  48  jam.  Cara  ini  tidak sesuai  untuk  jumlah banyak, karena harus menyediakan oven besar. 
 
Penaburan dan perkecambahan

Penaburan  dilakukan  langsung  di  areal  penanaman  atau  di  persemaian.  Jika  ditanam langsung, dalam  satu  lobang  umumnya  diisi  3-4  benih,  di jamin  sedikitnya  satu  anakan  akan  tumbuh.  Metode  ini  kurang  efektif  dalam  pemanfaatan  biji karena  pemborosan  benih.  Sebagai  alternatif,  benih  ditabur  di  persemaian  dalam  bak  kecambah dengan  media  tanah  atau  pasir.  Benih  ditabur  di atas  media  kemudian  ditutup  lapisan  tanah  atau pasir   agar   terhindar   dari   hujan   atau   binatang penggerat  benih.  Jangan  menabur  benih  terlalu dalam  karena  dapat  menurunkan  daya  kecambah secara  tajam.  Jati  sangat  peka  naungan.  Saat berkecambah juga bervariasi. Kecambah yang terlambat  tumbuh  akan  dinaungi  semai  yang  lebih dulu tumbuh, sehingga menyebabkan kematian.
 

Sumber : Direktorat Perbenihan Tanaman Hutan, Kementerian Kehutanan
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Add comment

Security code
Refresh

 
KEMENTERIAN KEHUTANAN RI
Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial
Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Solo
Jl. Bengawan Pabelan PO.BOX.128, Surakarta. Telp. 0271743977

Copyright © 2011 - 2018 bpdassolo.net.   |   Edit by Admin